Kiprah sasirangan di era Globalisasi

8 Dec

Kain sasirangan adalah kain khas dari Kalimantan Selatan yang awal mulanya hanya digunakan untuk acara sakral dan pengobatan. Perkembangan itu menarik sebelumnya sasirangan hanya dikenal sebagai kain penolak bala untuk penyembuhan (batatamba) yang harus dipesan khusus terlebih dahulu (pamintaan). Sasirangan merupakan kain sakral warisan abad XII saat Lambung Mangkurat menjadi Patih Negara Dipa. Pada perkembangannya sekarang, kain sasirangan mampu bersaing dengan batik di daerah Jawa.

Seni sasirangan itu pada saat menyirang, sementara kalau bati kterletak pada proses  melukis (mencanting). Salah satu kendala pembuatan sasirangan itu karena  pembuatannya membutuhkan waktu yang relatf lama dan tidak bisa dipercepat. Hingga kini sasirangan masih dibuat secara manual. Kondisi itu di satu sisi membuat kualitas dan identitas sasirangan terjaga, namun di sisi lain sasirangan tidak bisa diproduksi massal seperti batik printing.

Awalnya, sasirangan menggunakan pewarna alami, seperti daun pandan, temulawak, dan akar-akar seperti kayu kebuau, jambal, karamunting, mengkudu, gambir, dan pisang. Kini pewarna alami makin tenggelam karena bahannya sulit didapat dan prosesnya lama hingga berhari-hari. Karena itu, banyak produsen kini beralih ke pewarna kimia.

Sasirangan setidaknya mengenal 19 motif, di antaranya sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), bayam raja (daun bayam), kambang
kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), dan kulat karikit (jamur kecil).

Ada juga motif gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), jajumputan (jumputan), kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara
manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), dan benawati (warna pelangi). Motif-motif tradisional itu kini dihidupkan kembali dengan selera populer. Motif sarigading kini dibuat lebih halus dan bahkan telah diberi hiasan garis emas (prada). Teknik prada tersebut merupakan adopsi dari teknik prodo yang dikenal pada batik.

Penjualan sasirangan mengalami fluktuasi, segmen yang penjualannya lebih banyak ke luar negeri. Sasirang telah dikenal di mancanegara sebagai identitas dari masyarakat Kalimantan Selatan, dan penjualan domestik sasirangan meningkat tajam saat musim liburan. Harga sasringan sendiri berkisar antara Rp 50.000 – Rp 2.000.000 tergantung dari jenis kain kain dan motifnya.

Seperti yang kita ketahui sekarang dengan adanya ACFTA akan membawa pengaruh pada penjualan sasirangan, terutama bagi UKM kecil yang memproduksi kain ini. Ditambah lagi, kain sutera yang digunakan diimpor dari China, tentu adanya ACFTA akan membawa pengaruh bagi pasaran sasirangan. Para produsen khawatir kain ini akan kalah bersaing di pasaran melawan batik China. Namun,hal ini ditanggapi  Wakil Ketua UMKM Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Sandiaga S. Uno, di Banjarmasin, bahwa untuk membentengi dampak dari ACFTA tersebut, maka Kadin pusat akan melakukan langkah penguatan pasar domestik. Penguatan pasar domestik itu nantinya dilakukan dengan cara penggantian lebel produk luar negeri dengan lebel Indonesia. Ia juga mengimbau kepada para pelaku usaha mikro untuk tidak khawatir akan dampak dari ACFTA, karena dampak ACFTA hanya akan berpengaruh terhadap daerah yang tidak mempunyai hasil sumber daya alam.

Beliau juga mengingatkan, ancaman ACFTA merupakan ancaman serius yang paling nyata terhadap bangsa, maka dalam melawan ACFTA itu, kita harus tetap bisa menggunakan dan mencintai produk-produk dalam negeri

2 Responses to “Kiprah sasirangan di era Globalisasi”

  1. rossamelia December 9, 2010 at 3:44 am #

    apik loch……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: